Memasuki hari ke-14 bertahan di layar bioskop, film ‘Kuntilanak 3’ mendapat respon positif tokoh perfilman Indonesia serta berhasil menembus angka 1 juta penonton. Hal tersebut terlihat dari diri produser MVP Pictures, Amrit Punjabi yang merasa gembira mengetahui film ‘Kuntilanak 3’ bisa dinikmati oleh para penonton film Indonesia terlebih untuk menemani libur Lebaran bersama keluarga.

“Kami merasa sangat senang sekali akhirnya masyarakat Indonesia telah kembali membanjiri bioskop paska pandemi Covid-19,” ujar Amrit dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Lima aktor cilik berbakat yang membintangi film ‘Kuntilanak 3’ ini adalah jiwa dari film ini sendiri, sehingga film ini sangat layak dinikmati oleh anak-anak usia di atas 13 tahun. Hal ini diamini oleh Psikolog Anak ternama di Indonesia, Dr. Seto Mulyadi S.Psi., M.Si.

Selain dari Kak Seto, komentar positif lainnya datang dari beberapa sineas Indonesia seperti Anggy Umbara, Azhar Kinoi Lubis & Andi Bachtiar Yusuf. “Kuntilanak 3 memberikan perspektif yang sangat berbeda untuk perfilman Indonesia,” tutur Azhar Kinoi Lubis.

Kinoi juga mengatakan bahwa desain dari film yang tertata sangat rapi dibalur dengan ketegangan dan “suspense” film horror membuat film ‘Kuntilanak 3′ ini disuguhkan dengan cara yang berbeda.

Sementara Anggy Umbara dan Andi Bachtiar Yusuf mengatakan bahwa film ‘Kuntilanak 3’ membuktikan bahwa film horor harus bisa dinikmati oleh segala kalangan dengan jenjang usia yang beraneka ragam untuk mengisi libur Lebaran. “Pilihan film terbaik untuk dinikmati bersama keluarga adalah ‘Kuntilanak 3’,” katanya.

Film Kuntilanak 3 ini sendiri merupakan pelengkap dari prekuel Box Office Indonesia Kuntilanak 1 dan 2 yang tayang pada tahun 2018 dan 2019 lalu. Setelah 12 hari secara resmi rilis di bioskop, kemarin tanggal 12 Mei 2022 film ‘Kuntilanak 3’ akhirnya sekali lagi meraih gelar film Box Office Indonesia.

Official Trailer film Kuntilanak 3 dapat diakses melalui akun resmi YouTube MVP PicturesID. Mohon untuk mention @mvppictures_id dan @kuntilanakfilm serta berikan tagar #Kuntilanak3 dalam setiap postingan dan liputan di media sosial/ JOURNEY OF INDONESIA

Ada sebuah tantangan baru yang disematkan dipundaknya sendiri oleh musisi dan aktivis lingkungan, Melanie Subono. Alih alih merilis sebuah lagu, Melanie malah memproduseri sebuah film yang menjadi debutannya yang diberi judul "Tentang Ibu".

Film dengan akar musikal ini dimainkan oleh dua tokoh utama, yakni Jajang C Noer dan Khiva Iskak. Mengisahkan perjuangan Faiz (Khavi Iskak) yang ingin membahagiakan sang Ibu (Jajang C. Noer). Hingga membawanya mengenal kearifan lokal di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Maluku dan Papua. Pendek kata, film "Tentang Ibu" lebih dari sekedar film, melainkan juga sebuah gerakan untuk mencintai Tiga Ibu, yakni Ibu, Ibu Pertiwi dan Ibu Bumi.

“Saya orang musik, jadi pendekatan cerita yang paling saya mengerti ya dari angle musik, apalagi dibantu Dennis Nussy sebagai music director, maka musik menjadi bagian sangat kuat dari cerita,“ ujar Melanie, pada Kamis (7/10/2021).

Tidak tanggung-tanggung, Melanie menggarap "Tentang Ibu" pada saat perlawanan pandemi Covid-19 sedang sengit di Tanah Air. Tantangan lainnya, Melanie bertindak sekaligus sebagai executive producer bersama Agung Rahadian, produser, pengarang ide cerita, sampai membantu Reza Nagin yang digandengnya sebagai sutradara.

Melanie Subono Instagram melaniesubonoMelanie Subono (Instagram melaniesubono)

Film ini juga didukung oleh tujuh musisi nasional: Prince Poetiray, Ojan Sisitipsi, Monita Tahalea, Micky Idol, Tuan 13, Albert Fakdawer, DJ Sumantri, dan juga para seniman lokal tiap daerah.

Dan tak hanya itu, Melanie juga memborbardir film ini lewat lagu-lagu daerah terbaik, lalu alam, budaya dan wastra Indonesia.

Lewat cerita yang sederhana, yakni tentang seorang anak yang berkeliling Indonesia untuk mencari ayahnya hanya bermodalkan foto pernikahan orang tua nya dan sebuah kain milik ayahnya. Kain itulah yang mengarahkan dia ke 5 pulau Indonesia , dan bertemu dengan 5 kearifan, 5 lagu, 5 tradisi, tapi satu kesamaan yaitu kekuatan tokoh perempuan di setiap kota.

Pencarian selama tujuh hari diiringi 5 lagu daerah ini dimulai di Banjarmasin (Ampar Ampar Pisang), Padang (Kampuang Nunjauh Di mato ), Yogyakarta (Lir Ilir ), Sorong (Yamko Rambe Yamko) dan Ambon (Sio Mama).

Sebelum ditayangkan di tanah air, "Tentang Ibu" lebih dulu hadir dan memenangi berbagai festival film Indie di dunia, seperti Bali 4th Dimension Independent Film (Best Narrative Feature) dan Independent Awards (Best Trailler & Best Film), Netherland Pure Magic International Film Festival (feature film).

Virtual Press Conference film Tentang Ibu IstSosok yang terlibat dalam film Tentang Ibu (Ist)

Kemudian, Rusia Halo International Film Festival (Best Feature Film), India Rameshwaram International Film Festival (Best International Feature Film) dan Singapore World Film Carnival (Narrative Features above 40 min & Debut Film Maker).

"Tentang Ibu" sudah diputar di Rusia pada 2 Oktober silam dan sedang berjuang di Toronto Women Film fest dan Hongkong Youth Film Fest. Melanie tidak berhenti disitu saja. Dalam dua bulan ke depan, Melanie juga mencari siapa saja yang punya produk lokal untuk dibuatkan UMKM. “Mereka yang cinta lagu daerah untuk kita produseri, mereka yang bisa membuat film mengangkat area dan budayanya kita modali membuat film, dan lainnya,” papar Melanie.

Melanie percaya bahwa mencintai ibu, ibu Bumi, ibu Pertiwi adalah bentuk dan cara berjuang dan mencintai Indonesia. “Sama seperti Eyang (alm) BJ Habibie, yang berjuang untuk negara melalui teknologi,” pungkasnya.

Satu lagi hasratnya adalah, keinginannya agar seluruh putra-putri ibu pertiwi dari Sabang sampai Merauke akan menyaksikan film "Tentang Ibu", yang akan tayang di Vidio.com mulai 1 Desember 2021 dan di layar SCTV./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Menggunakan teknologi animasi yang telah dikembangkan sedemikian rupa, film animasi NUSSA garapan Visinema dan studio animasi The Little Giantz akan memberikan pengalaman menonton terbaiknya di bioskop. Digarap lebih dari 3 tahun oleh animator, artist, dan engineer Indonesia; film NUSSA yang dilengkapi dengan audio dan animasi berkualitas tinggi ini siap menyambut teman-teman dengan format terutuhnya di bioskop pada 14 Oktober 2021.

Selain berusaha memberikan pengalaman menonton terbaik dengan merilis film NUSSA di bioskop. Angga Dwimas Sasongko selaku eksekutif produser dari film NUSSA mengatakan bahwa salah satu alasan kenapa Ia dan tim merilis NUSSA di bioskop adalah untuk menghargai jalur distribusi film. “Film NUSSA dibuat dengan tujuan layar lebar. Kami (Visinema dan The Little Giantz) ingin menghargai roadmap distribusi yang selama ini menjadi fondasi industri film Indonesia,” tegas Angga.

Visinema dan The Little Giantz juga meminta maaf kepada sahabat NUSSA, khususnya keluarga Indonesia yang terhambat untuk menonton film NUSSA bersama anak di bioskop. Melihat saat perilisan poster dan official trailer terbaru beberapa waktu lalu, banyak orang tua yang menyayangkan perilisan film NUSSA di bioskop; sementara anak mereka belum dapat menonton karena
terhalang protokol kesehatan yang berlaku.

Angga Dwimas Sasongko IstAngga Dwimas Sasongko (Ist) 

Mewakili Visinema dan The Little Giantz, Ricky Manoppo produser film NUSSA berjanji akan tetap berusaha menghadirkan NUSSA ke seluruh keluarga Indonesia. “Saat ini kami sedang berusaha semaksimal mungkin agar setelah penayangan di bioskop selesai, film Nussa dapat disaksikan bersama-sama oleh semua keluarga Indonesia.

Namun, bagi mereka yang sudah vaksin dan berusia lebih dari dua belas tahun, mari kita menonton NUSSA dengan kualitas terbaiknya di bioskop.”

Film Animasi Nussa; dapat ditonton dan dinikmati oleh semua kalangan dan umur. Mereka yang ingin bernostalgia masa kecil saat sekolah atau rindu kenangan ketika bermain bersama sahabat, tentunya dapat menikmati NUSSA. Buat pecinta animasi, pastinya juga wajib untuk menonton film NUSSA yang secara keseluruhan filmnya dikerjakan oleh kreator asli Indonesia.

Mengenai kelanjutan setelah tayang di bioskop, perkembangannya akan terus di-update melalui media sosial @filmnussa. Semoga dalam waktu dekat, seluruh keluarga Indonesia dapat menyaksikan film NUSSA./ JOURNEY OF INDONESIA

Detak yang merupakan versi Director’s cut Tarian Lengger Maut akan tayang terbatas di bioskop mulai 17 September 2021 hinga 3 Oktober 2021 mendatang. Nah, untuk menyambut penayangannya, diadakan virtual media gathering yang diadakan pada 14 September 2021. Dalam acara tersebut ikut hadir pada cast and crew dari Film Detak, di antaranya Refal Hady dan Alyssa Abidin selaku pemain, Yongki Ongestu selaku sutradara, Aryanna Yuris selaku Produser Film Detak danGupta Gautama sebagai Head of Content Bioskop Online.

Dibandingkan dengan Film Tarian Lengger Maut yang sudah tayang terlebih dahulu di bioskop pada 13 Mei 2021 lalu, tentu saja akan ada perbedaan dengan Film Detak. Salah satunya perbedaan penggambaran tokoh dokter Jati, yang diperankan oleh Refal Hady. “Ada banyak treatment di sini yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, dan ini pertama kali saya berperan seperti ini,” kata Refal Hady selaku pemeran utama pria di film Detak.

Perbedaan ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri, yang membuat penonton harus menonton Detak. Selain itu, Yongki Ongestu selaku sutradara juga memiliki alasan tersendiri mengapa akhirnya merilis Detak atau Film Tarian Lengger Maut versi Director’s cut ini.

“Sebenarnya alasannya adalah karena versi ini yang kita bawa keliling ke berbagai festival film, selain itu dalam versi ini adegan lebih detail dan proses pengenalan dan pendalaman karakter lebih panjang, kita juga menggunakan treatment yang berbeda” ungkap Yongki Ongestu, sang sutradara.

Salah satu treatment yang digunakan adalah previsualization atau penggambaran adegan sebelum syuting. Selain itu ada treatment lainnya seperti psychology of colour, perubahan yang terjadi di karakter masing-masing yang bisa terlihat dari di warna, yang bisa dilihat dari Film Detak.

Perbedaan yang akan dihadirkan ini tentunya diharap bisa memberikan kesan yang berbeda dibandingkan versi aslinya. Ini juga yang akhirnya membuat pihak Bioskop Online siap untuk menayangkan film Detak yang merupakan versi Director’s cut dari Film Tarian Lengger Maut.

“Kami dari awal memang sudah tertarik sekali dengan cerita dan visualnya. Kemudian kita lihat Detak masuk ke berbagai festival, bukan hanya Indonesia, tapi juga internasional. Dengan adanya Film Detak di Bioskop Online, kita mau agar penonton juga bisa lihat versi director’s cut,” ujar Gupta Gautama selaku Head of content Bioskop Online.

Film Detak ini akan berkisah tentang warga desa yang satu per satu menghilang. Kejadian itu bersamaan dengan datangnya seorang dokter dari kota bernama Jati (Refal Hady). Di balik penampilannya, ternyata dokter Jati adalah penyebab hilangnya warga desa. Apa yang sebenarnya Ia lakukan?

Di sisi lain, ada Sukma (Della Dartyan) seorang calon penari Lengger yang percaya bahwa penari Lengger diberi anugerah dapat menjauhkan desa dari malapetaka. Apakah anugerah itu dapat mengakhiri hilangnya warga desa, atau sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan aksi dokter?

Film Detak sendiri akan tayang terbatas mulai 17 September hinga 3 Oktober 2021, dengan harga tiket presale terbatas Rp 25.000. Untuk memesan tiket Film Detak dapat melalui website www.bioskoponline.com atau melalui aplikasi Bioskop Online yang bisa diunduh melalui App Store dan
Google Play Store./ JOURNEY OF INDONESIA

Setelah sukses dengan Film Pariban (2019), rumah produksi Stayco Media bekerja sama dengan PIM Pictures kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul "Kutukan 9 Setan". Rumah produksi milik produser Agustinus Sitorus dan rekan-rekan ini tidak tanggung-tanggung, film Kutukan 9 Setan ini akan dibintangi oleh sederet nama besar di industri hiburan tanah air seperti Ajil Ditto (Devon), Fandy Christian (Verdy), Frislly Herlind (Sarah), Denira Wiraguna (Lia) dan Joshua Suherman (Miko).

Menjelang proses shooting, para cast & crew menggelar tumpengan pada Jumat (11/6) dan Agustinus Sitorus menuturkan bahwa film ini adalah sebuah pengalaman baru karena belum pernah membesut film horor sebelumnya. “Ini merupakan film horor perdana saya. Setelah film Pariban, saya mencoba membesut beberapa film dan series. Kali ini kami menghadirkan film horor untuk memenuhi dahaga terhadap film lokal yang menghibur. Mohon doanya agar proses shooting berjalan dengan baik,” ujarnya.

Joshua Suherman menuturkan bahwa ia sangat excited untuk bisa menjalani pengalaman baru membintangi film horor. “Kalau sebelumnya drama dan komedi, kali ini Insya Allah akan menjalani peran di film horor. Saya pribadi penasaran dan merasa pengalaman ini sangat menantang. Semoga kesempatan untuk berkarya ini bisa all out dan menghasilkan karya yang baik buat semua penonton.”

Frisly Herlind menambahkan Ia berharap film ini bisa mendapat respon positif dari penikmat film Indonesia. “Harapannya sih bisa memberikan konten baru yang menghibur. Semoga penonton film Indonesia yang menikmati Kutukan 9 Setan bisa happy setelah usai menonton filmnya ya. Walau horor, tapi filmnya sangat menghibur.”

Film Kutukan 9 Setan sekaligus menandai comeback Fandy Christian ke dunia akting setelah vakum cukup lama. “Film ini merupakan film perdana saya sekaligus menandai comeback setelah vakum. Terima kasih kepada Agustinus Sitorus yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Saya sangat suka dengan script nya dan semoga nanti memuaskan ketika telah tayang di layar lebar.”

Verdy, Sarah, Devon, Miko dan Lia adalah lima sahabat yang sudah saling mengenal cukup lama. Sama-sama punya hobi traveling dan setiap ada kesempatan waktu libur, mereka memanfaatkan untuk traveling bersama. Karena kesibukan masing-masing, hampir setahun mereka selalu gagal, sampai akhirnya membuat kesepakatan untuk liburan bersama ke Gunung Bromo.

Mereka memutuskan menyewa sebuah villa di bawah kaki gunung Bromo. Devon yang bertugas mencari villa menemukan villa bergaya kolonial (vintage) dengan harga sangat murah. Meski sempat terjadi perdebatan dengan villa yang dianggap terlalu kuno dan spooky, namun akhirnya Verdy dkk tetap tinggal di villa tersebut selama 5 hari liburan di Bromo.

Apa yang terjadi dengan villa tersebut? Kenapa Verdy dkk selalu dihantui ketakutan selama tinggal di villa itu? Saksikan selengkapnya di Film Kutukan 9 Setan./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 13